Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Menulis puisi merupakan sebuah kegiatan yang simpel namun cukup rumit apabila melihat proses dibelakangnya. Rumit dalam arti sulit untuk memilah-milah kata yang ingin digunakan, hal ini terjadi akibat peristiwa yang ingin ditangkap tak selalu mudah untuk ditafsirkan kedalam bahasa puitis. Bahasa puitis, pada umumnya, adalah bahasa yang digunakan untuk menggambarkan sebuah realitas dengan menggunakan metafor-metafor tertentu, tujuannya supaya realitas tersebut bisa dirasakan secara mendalam apabila dibaca kembali. Puisi adalah sebuah media, seperti halnya lukisan, foto, patung, yang menggambarkan sisi intuitif si pembuatnya. Biasanya, hal semacam ini bersifat subyektif dan inilah yang membuat puisi dan karya lainnya seperti yang disebutkan diatas tadi, menjadi rumit ketika disebarluaskan kepada masyarakat umum.

Sebenarnya masih banyak kesulitan-kesulitan lain dalam proses pembuatan puisi, namun semua itu bisa ditanggulangi dengan tips-tips berikut ini :

  • Berlari dari realitas maksudnya tidak semua peristiwa yang ingin kita tulis sebagai puisi ada secara utuh dan benar. Apabila realitas terlalu pahit untuk ditelan, maka gunakan kata-kata sebagai sepatu untuk beranjak pergi ketempat yang lebih baik, dan menerka realitas yang pahit tersebut dari tempat yang lebih baik itu.
  • Mengasah ketajaman perasaan maksudnya hayati semua kondisi emosional yang sedang bergejolak dalam hati, semacam sedih, marah, gembira, dengan berlebihan. Ini akan sangat membantu dalam proses pembuatan puisi. Penghayatan secara berlebih terhadap sesuatu hal, akan berdampak baik kepada naluri kita untuk menciptakan sebuah karya.
  • Percaya diri inilah yang terpenting. Sebagai manusia percayalah bahwa setiap manusia dilahirkan untuk menjadi seorang penyair. Bahkan manusia lahir akibat dari persetubuhan dua kalimat puitis. Percaya bahwa apa yang kita tulis merupakan puisi paling berpengaruh yang pernah ada, meskipun untuk diri sendiri.
  • Peduli terhadap hal-hal remeh bahkan untuk hal-hal yang remeh temeh kita harus peduli apalagi hal-hal yang besar. Luangkan waktu untuk mengamati sesuatu disekitar kita, entah itu hujan, kamar yang berantakan, warna dan motif kelambu jendela, bentuk-bentuk apapun yang ada disekitar kita.
  • Melihat pentas Apresiasi Puisi ini penting untuk dijadikan pelajaran bagi kita, pada acara semacam itu biasanya diadakan sesi ngobrol, dan bisa dijadikan alat untuk memperkaya referensi kita dalam bidang “perpuisian”.
  • Membaca kumpulan puisi tidak kalah pentingnya juga. Kegiatan semacam ini bisa membentuk gaya puisi yang akan kita tulis.

Tips-tips semacam tadi bukan dimaksudkan untuk mengajari anda untuk menjadi orang yang tidak penting dan dianggap gila, melainkan sebagai modal dasar untuk menjadi seorang penyair hebat. Masih banyak cara untuk menulis puisi secara simpel, namun itu dikembalikan kepada diri kita masing-masing, tergantung kita mau atau tidak menulis puisi.

%d bloggers like this: