Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

belakangan ini sedang marak-maraknya demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa mengenai harga BBM yang semakin membumbung. ada beberapa hal yang menarik terlepas dari konteks demonstrasi tadi, yakni EKSISTENSI.

demonstrasi mau tidak mau harus dilekatkan dengan istilah eksistensi. eksistensi secara kelompok maupun individu. banyak cerita-cerita menarik yang bisa didapatkan dalam demonstrasi selain berpanas-panas ria dan digebuk, dihajar, bahkan ditembakki aparat keamanan.

pada sebuah demonstrasi, bisa diperhatikan beberapa alat-alat untuk menunjang eksistensi kita secara kelompok maupun individu. ada kamera televisi, kamera photo, wartawan, bendera-bendera organisasi, megaphone, dan banyak lagi.

jadi jangan heran apabila banyak demonstran yang sebenarnya tidak tahu apa yang diperjuangkan dijalanan selain hasrat untuk eksis tadi. semakin demonstran itu menggila, semakin terlihat pula eksistensi mereka, dan semakin jelas pula bahwa demonstrasi semacam itu adalah demonstrasi bodoh.

sungguh ironis, kita sudah babak belur dihajar polisi, atau ketar ketir siapa ahu ada peluru yang menyasar ke dada kita, tapi kita tidak paham apa yang sedang diperjuangkan. hanya eksistensi yang kita dapatkan.

keesokan paginya terbit sebuah koran;
TELAH DITEMUKAN SEORANG MAYAT DEMONSTRAN DIPINGGIR JALAN DENGAN LUKA TEMBAK DI DADA DAN KEPALANYA

diambil dari blog saya yang lupa passwordnya (posting tanggal 20 Juni 2008)

%d bloggers like this: