Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

sepatubunyi sepatumu berisik sekali

berjingkat-jingkat diatas langit-langit kamarku

bergeluduk, semacam tak sengaja, engkau

memporakporandakan alam bawah sadarku

gerakmu adalah gerakku

dan aku menunggumu pulang, meskipun

jalan pulangmu tak mengarah kerumahku

aku mau menemuimu

dalam bentuk yang lain

yang leluasa mencumbumu, tanpa engkau sadar,

bahwa aku sedang menawarkan sisi gelapku, sebagai seorang kekasih

kita tak pernah tahu, seberapa panjang

jalan sepi ini akan menjadikan kita satu

kita tak pernah tahu, sampai kapan

jam dinding dan kertas sajakku berseteru, memperebutkanmu

kita berdua, bertiga, sama saja

mencintaimu berarti merebutmu, entah dari apa atau siapa

(Jogjakarta, 13 Desember 2008)

%d bloggers like this: