Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

judul film : A Moment To Remember

genre         : drama

karya         : John H Lee

pemain     : Jun Woo-sung, Son Ye-jin

tahun         : 2005

referensi saya terhadap drama korea masih sangat minim. hanya ada satu buah judul film (Sex Is Zero) dan sebuah drama televisi (lupa judulnya, hanya ingat salah satu karakter yang bernama Jang Geum). namun, dari keminiman saya tersebut, saya sudah bisa menyimpulkan jika drama korea memiliki ciri khas yang menonjol dalam penggarapan sebuah film, khususnya bergenre drama. ciri tersebut terletak pada tata sinematografinya yang menghasilkan output visual yang khas. antara Sex Is Zero yang berlatar dunia kuliah yang modern, ada sebuah kesamaan visual dengan Jang Geum yang mengambil seting sebuah jaman kerajaan korea.

kali ini saya berhasil meluangkan waktu untuk menonton sebuah judul lagi dari film bergenre drama asal korea, A Moment To Remember. film ini mengangkat sebuah penderitaan akibat penyakit Alzheimers, yang dalam film ini diceritakan bahwa penyakit tersebut merupakan penyakit pikun akut yang mampu menghapus memori seseorang secara perlahan-lahan, bahkan menghapus semua ingatan secara total.

pada bagian awal kita ditawarkan sebuah drama komedi romantis, dimana pertemuan dua orang pemeran utamanya diawali oleh sebuah ketidaksengajaan. Su Jin yang merebut minuman soda dari tangan Chul Soo karena dia pikir minuman tersebut adalah miliknya yang tertinggal di kasir sebuah mini market. hubungan mereka akhirnya berlanjut hingga mereka berdua memutuskan untuk menikah. kehidupan rumah tangga mereka sangat membahagiakan. Chul Soo bekerja sebagai seorang arsitek dan Su Jin bekerja di perusahaan kontraktor milik ayahnya.

pada bagian kedua, mulai muncul sebuah konflik dimana penyakit Alzheimers yang diderita Su Jin mulai menggejala. Su Jin mulai lupa jalan pulang ke rumahnya, dia lupa sedang memasak air dan hampir membuat rumahnya terbakar dan dia membawakan bekal suaminya dua kotak nasi karena dia lupa memasukan lauk pauk kedalam salah satu kotak nasi tersebut. akhirnya Su Jin memutuskan untuk mengunjungi dokter dan dokter memvonis penyakit Alzheimers telah bersemayam dalam tubuhnya.

pada bagian ketiga, merupakan bagian yang mengharukan dimana kekuatan dan pengorbanan sebuah cinta diuji. mampukah sebuah cinta bertahan ketika semua hal yang indah yang telah dilakukan bersama akan hilang begitu saja. ingatan Su Jin perlahan hilang dan yang tersisa didalam ingatannya adalah kenangan bersama mantan pacarnya, bahkan Su Jin memanggil Chul Soo suaminya, dengan nama mantan pacarnya. disini juga ditampilkan pengorbanan Chul Soo untuk tetap membuat ingatan-ingatan baru untuk Su Jin dengan tujuan akan tetap membekas sebuah kenangan ketika kenangan-kenangan bersama Chul Soo mulai hilang. setiap hari adalah hari baru. namun, pengorbanan Su Jin tidak berhasil karena pada akhirnya penyakit Alzheimers tersebut akan membuat penderitanya lupa terhadap dirinya sendiri.

akhirnya penyakit Su Jin menjadi tidak terkendali. Su Jin melihat sekeliling rumahnya yang dipenuhi oleh foto-foto pernikahannya dengan Chul Soo. Su Jin menangis karena mula bisa mengingat suaminya meskipun sedikit. selagi dia ingat semuanya, dia menulis surat yang berisi pernyataan bahwa Chul Soo adalah suaminya, dan dia benar-benar mencintai Chul So. setelah menulis surat Su Jin pergi tanpa sepengetahuan Chul Soo. Su Jin pergi ke sebuah panti atau semacam rumah peristirahatan. Chul Soo menjadi galau dan sangat putus asa. pada suatu hari Su Jin mengirimkan sepucuk surat yang berisi bahwa tiba-tiba dia bisa mengingat semua hal tentang Chul Soo. Chul So mencari alamat surat tersebut dan akhirnya dia menemukan Su Jin sedang menjalani semacam terapi disana. tetapi kali ini Su Jin sudah lupa semuanya, dan dia menganggap Chul So sebagai orang baru dalam hidupnya.

pada bagian akhir, Chul So membawa Su Jin pada sebuah mini market dimana pertama kali mereka bertemu, dan didalam mini market tersebut sudah ada sahabat dan keluarga Su Jin yang berpura-pura menjadi penjaga kasir, pembeli, pelayan kebersihan dll. lalu Chul Soo membawa Su Jin kembali ke panti peristirahatan semabari mengucapkan bahwa Chul Soo mencintai Su Jin, yang tidak pernah dia ucapkan selama mereka berdua menikah.

ada beberapa poin yang perlu diperhatikan disini, yakni untuk film bergenre drama cengeng, sayang sekali pada bagian akhirnya menampilkan konsep happy ending. hal ini membuat film ini menjadi sesuatu yang biasa. lain halnya jika film ini tetap menjaga emosi penonton sampai akhir cerita. namun, menurut saya airmata penonton sudah cukup terkuras di pertengahan film ini, karena sebenarnya disitulah ada sebuah pesan yang ingin disampaikan film ini. kenangan-kenangan indah dalam sebuah romansa percintaan memang penting, namun lebih penting lagi bagimana menjaga kualitas cinta tersebut meskipun tidak ada yang bisa kita ingat-ingat atau kita kenang (yang selama ini menjadi satu-satunya media paling ampuh untuk mempererat sebuah hubungan)

Tags: , ,

%d bloggers like this: