Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

gelak tawa dalam senja yang sedang asyik bercengkrama
pelan-pelan membawa seberkas catatan kecil
yang tersangkut diantara jam digitalmu

“matahari sudah mau beranjak pergi
dan kita masih saja bergelut
dengan jarak tempuh dan jarak pandang”

lihat, sekumpulan batu
menjadi gugusan bintang-bintang

serbuk serbuk bunga putri malu
bertaburan, menjadi hiasan pada setiap kelap-kelip
lampu jalan

didalam telingaku
ada seperangkat alat sembahyang

bunyi perutmu itu
seperti sirine ambulans yang memanggil-manggil,
sedangkan gerak tanganku,
tak sanggup menekan tombol diam

lantas dimana kita akan berakhir,
selain didalam sekotak rokok yang sudah menjadi asbak buatan

Sewon – Parangtritis, 2009

%d bloggers like this: