Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

kemana kami harus pergi. tubuh kami terkepung oleh tumpukan beton dan mesin diesel. tubuh kami tertahan oleh himpitan dua arah mata angin. utara. selatan. yang engkau buat menjadi sepasang kutub, pada sepotong magnet, didalam kompas yang engkau buat dari berita ramalan cuaca. mata kami buta, membaca beberapa literasi sunyi, tentang kebebasan dan hidup merdeka. kami terpenjara, bersama batu-batu yang bisa bicara. bersama kayu, daun-daun, potongan roti dan kain perca, sebatang korek, tumpukan koran dan majalah olahraga. kami bagaikan berada didalam sumur tua. yang sempit, becek dan sangat dalam. kepala kami menengadah, sesekali remah beton mengotori wajah kami, sesekali akar lumut dan mayat nyamuk. sesekali hujan dan azan maghrib. bergema didalam sumur, berngiang-ngiang seperti bunyi helikopter, seperti lagu-lagu disko.

Duk. Gluduk. Gluduk.

kami terjepit. tak bisa kemana-mana. bahkan untuk memilih, merdeka atau mati saja.

%d bloggers like this: