Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

dimana kami menitipkan perut kami
yang selalu saja menahan rasa lapar ini

pada selembar pamplet demonstrasi?
dibawah meja diskusi? dibalik tirai demokrasi?
diujung sepatu polisi? diantara barang impor yang sedang diskon?
dibalik label harga daftar perguruan tinggi? didalam rating sinetron?
kepada Ivan Gunawan atau Soekarno? Olga Syahputra atau Ahmad Dhani?

kami selalu saja lupa,
dan apabila boleh kami ambil kembali rasa lapar itu

karena rasa lapar adalah hak setiap manusia
untuk merasakan makanan yang tentu saja bukan sebuah komoditas
melainkan adalah kebutuhan pokok, yang bisa kami akses secara cuma-cuma
seperti halnya air kobokan dalam restoran bintang lima

Maharasa, 2010

%d bloggers like this: