Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

*bacalah layaknya membaca sebuah deklamasi, penuh penghayatan, dan menggebu-gebu.

Jujur, akhir-akhir ini saya sedang malas menulis puisi. Bukan malas juga sih, tapi lagi nggak banget aja nulis puisi. Puisi saya juga itu-itu aja, nggak laku dijual, nggak kayak buku-buku puisi yang lain (yang sebenarnya sama saja isinya, yaitu puisi). Saya juga sering bikin puisi, tapi kok nggak laku dijual, padahal kan puisi. Sama kayak Sapardi, Joko Pinurbo, Afrizal Malna, dll. Mereka juga bikin puisi, tapi pas dibukukan, kok laku dijual, sedangkan saya enggak. Siapa sih mereka?

Tiga bulan terakhir, saya hanya mengunggah satu atau dua judul puisi saja. Beda dengan saat pertama kali saya membangun blog ini, isinya puisi semua. Minimal pasti ada satu atau dua judul baru setiap bulan. Beda dengan sekarang, saya lebih tertarik menulis hal-hal yang remeh temeh, bahkan sekarang saya mulai terbawa dalam arus menceritakan apa saja yang saya lakukan ke dalam blog saya ini. Padahal kan saya lelaki misterius :malu: saya cumak pengen orang mengenal saya, lewat puisi-puisi saya.

Ah, bodo amat, bikin puisi apa enggak, yang penting nulis. Karena menulis adalah mencintai. Karena mencintai adalah kehidupan. Karena kehidupan adalah dirimu. Karena dirimu adalah tulisan yang tak pernah berhenti, bernafas panjang layaknya seekor kuda. Dan, aku mencintaimu.

Jogjakarta, 2010

%d bloggers like this: