Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Iseng-iseng tadi saya keluyuran di Lounge, lantas saya menemukan sesuatu yang menarik. Saya menemukan sebuah video yang berisi suara Karlmayer. Apa itu? Konon katanya suara ini sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan efek buruk terhadap pendengarnya. Nggak kayak “Gloomy Sunday” yang fenomenal itu karena bisa menuntun pendengarnya untuk bunuh diri, suara ini bisa menyakiti pendengarnya.

Saya penasaran. Lantas saya mencari di sebuah mesin pencari kata kunci. Pada beberapa tulisan teman-teman disana, Karlmayer merupakan suatu jenis suara/musik/simfoni/audio yang bisa membuat orang kacau pikirannya, mengalami gangguan jiwa, terganggu mentalnya, rusak batin, dll. Hal ini disebabkan karena frekuensi audio yang sangat ultra-super mega tinggi, dan akhirnya mengganggu indera pendengaran kita.

Media ini juga konon katanya dijadikan sebagai alat untuk membantu proses interograsi seseorang, dengan memaksanya terus menerus mendengar suara ini dalam volume maksimal. Katanya, seseorang yang mendengarkan ini secara kontinyu dan dalam waktu lama, bisa berakibat fatal. Mulai dari berhalusinasi, sampai menjadi gila.

Komposisi dari media ini hanyalah jeritan-jeritan nggak jelas, yang kadang kita menebak-nebak seperti suara kelelawar, terkadang seperti kuntilanak kejepit beduk, anak kecil cekikikan, pokoknya macem-macem. Intinya suara itu memiliki gelombang yang sangat amat tinggi. Pada beberapa bagian, memperdengarkan suara perempuan-perempuan yang bersenandung, semakin lama semakin klimaks, hingga akhirnya kembali lagi pada suara semula, yakni gelombang tinggi.

Saya mendengarnya dari dini hari tadi, sampai mau subuh. Hasilnya, sampek sekarang telinga saya nguing-nguing dan panas. Seperti ada feedback dari soundsystem kepada telinga saya. Seperti ada yang sedang membicarakan saya (mitos orang Jawa), dan saya agak migrain, leher saya kaku. Mungkin dua akibat terakhir disebabkan karena saya kurang tidur, namun kalok telinga yang berdengung terus saya pikir bukan karena efek kurang tidur. Syukurlah, saya belum merasa gila.

Namun,  yang menarik disini, saya semakin percaya terhadap kekuatan yang dihasilkan oleh sebuah gelombang suara. Misalnya, ketika sebuah janin berada di dalam kandungan, seorang ibu mendengarkan musik klasik supaya kelak anaknya pintar. Rekaman-rekaman suara alam, seperti air terjun, kicau burung, bisa membantu penderita autis. Hal tersebut saya pikir adalah adanya hubungan erat antara pendengaran dengan otak.

Coba dengerin aja suara tersebut, kalok anda berani. Apalagi kalok anda adalah pendengar setia Mars-Volta, Pink Floyd, Mum, Animal Collective, dan band-band sakit yang banyaknya minta ampun itu, anda pasti kuat mendengarnya bahkan bisa menikmatinya sambil minum teh dan menghisap rokok favorit, sambil sesekali tersenyum kepada para tetangga yang kebetulan lewat di depan anda.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: