Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Saya sedang menghadapi ujian akhir semester. Puji tuhan, presensi saya lolos semua, meskipun dengan deal-deal “politik” dengan pihak Akademik. Lolosnya presensi saya itu tidak serta merta membuat IP saya nantinya mumbul, masih ada lagi segunung tugas akhir, berlembar-lembar jawaban atas soal-soal dosen asik yang dimulai dengan kata “Jelaskanlah” atau “Deskripsikanlah” dan berbagai macam soal yang jawabannya membutuhkan berbagai macam alasan.

Kebetulan, entah disengaja atau tidak, pelaksanaan ujian akhir semester ini jatuh dan tepat sasaran pada saat tanggal-tanggal di tepi sumur. Sebagai mahasiswa Filsafat yang ideal, apabila saya dipaksa untuk melakukan kegiatan berpikir secara “Filosofis”, maka harus ada penunjang gizi yang memadai. Dan, pada tanggal-tanggal ujian itu, saya tidak mungkin memenuhi angka kecukupan gizi otak saya.

Lain halnya apabila ujian akhir semester jatuh pada awal-awal bulan, dimana tanggal masih berada disisi rembulan. Apabila saya harus bicara soal Kapitalisme, saya masih kuat untuk menyempatkan diri sarapan hamburger atau paket hemat restoran cepat saji. Apabila saya harus bicara Filsafat Plato, saya masih bisa menyempatkan diri sarapan yang apapun saya inginkan yang berada di dalam dunia ide saya.

Lha ini, apapun soal yang saya hadapi, saya selalu sarapan dengan sarimi, makan siang dengan sarimi, makan malam dengan sarimi. Otak saya yang sedianya encer -kek aer- menjadi padat dan bebal, akibat zat lilin yang terkandung, belum lagi impulse-impulse yang merangsang proses berpikir otak saya menjadi minyak goreng yang gurih, akibat Monosodium Glutamate. Impulse tersebut menjadi semakin licin detaknya, hingga terpelanting dan akhirnya tidak berdetak lagi. Tidak berdetak lagi, berarti menandakan ketiadaan proses berpikir dalam otak saya. Hasilnya, saya jadi lengob.

Saya punya trik jitu untuk menghadapi ujian akhir semester meskipun disaat otak sedang gurih-gurihnya akibat MSG.

1. Apabila tidak yakin dengan jawaban yang diberikan, perburuklah tulisan tangan anda

Hal ini untuk menghindari jawaban-jawaban bodoh supaya tidak terbaca oleh si pengoreksi. Yang penting tulisan anda panjang dan ruwet. Perjelaslah kata-kata kunci (untuk kata kunci dibagusin tulisannya). Sampai sekarang saya masih percaya dosen akan memberikan “upah nulis” bagi seseorang yang memiliki jawaban terpanjang.

2. Tulis apa saja, jangan biarkan lembar jawaban kosong melompong

Setipe dengan nomer pertama, mengaranglah sengarang-ngarangnya. Minimal kita sudah berusaha menjawab, meskipun ngasal. Kuncinya, supaya tidak terlihat bodoh, jangan sampai tulisan anda terbaca.

3. Bersikap tenang dan wibawa

Jangan pernah tunjukan sikap anda kepada pengawas ujian kalok anda sedang bingung mencari jawaban. Jangan tolah-toleh, apalagi krasak krusuk membolak balik catatan dengan sembunyi-sembunyi. Tenang, tenang, seperti karang, semuanya sudah surataan (Lagu I, Iwan Fals, album Hijau 1992). Sikap ini mampu mengelabui siapapun, termasuk anda sendiri. Percayalah, ini sudah berhasil saya terapkan selama bertahun-tahun sejak SMP. Ketenangan ini mampu membawa kita lupa diri, dan tidak sadar sejenak. Ketika sadar, kertas jawaban itu sudah terisi penuh. Nah lo???

4. Tunjukan gerakan optimis

Senyum lebar saat menatap kertas ujian, mata berbinar saat menulis nama, nomor mahasiswa, dan presensi, dan melakukan gerakan “ahaaa!” saat melihat soal nomer satu sampai sekian. Lakukanlah seolah-olah kita sudah membacanya semalam, dan kita tinggal menyalin apa yang kita ingat.

Apabila soalnya memang susah, ya kita jawab saja dengan soal itu sendiri. Misalnya, teori kopet yang ditemukan oleh Mr. Kopet memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan ilmu tentang kopet. Apa yang membuat teori kopet menjadi sangat berpengaruh dan apa relevansinya terhadap kopet modern. Jelaskan.

Pertama, tentukan kata kunci, yakni Mr. Kopet, teori kopet, relevansi, dampak, dan kopet modern. Kedua, tulis ulang soal tersebut, kemudian berikan bumbu-bumbu yang terdiri dari kata kunci yang sudah anda temukan. Setiap kata kunci minimal harus menjadi satu sampai tiga kalimat. Lalu, abrakadabra, anda sudah menjawab soal dengan soal itu sendiri. Jadi intinya, anda tidak menjawab apapun, selain menulis ulang soal yang diberikan dengan mengubahnya dari kalimat tanya, menjadi kalimat penjelasan.

Jawabannya begini kira-kira. Mr. Kopet adalah seorang filsuf berkebangsaan Telo yang terkenal dengan teori kopet. Beliau menjadi sangat dikenal oleh kalangan filsuf berkat penjelasannya mengenai kopet dan eksistensialisme pantat. Teori kopet berkembang pada abad 7-8 dimana saat itu pengetahuan masih dimonopoli oleh kaum borjuis dan bangsawan. Teori kopet menyerang kedudukan kaum-kaum borjuis dan bangsawan atas pemonopolian pengetahuan. Kemudian seiring perkembangan pemikiran filsafat, teori ini semakin menemukan puncak kejayaannya. Pada abad 18 teori ini mampu menjadikan pijar-pijar pemikiran terhadap pemberontakan terhadap kelas. Dampaknya, mulai banyak pemikir-pemikir yang menjadikan teori kopet sebagai bahan kritikannya, yang secara tidak langsung membuat teori tersebut semakin berkembang, bla bla bla…

Begitulah. Selamat ujian untuk kita semua, semoga berbahagia :beer:

%d bloggers like this: