Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Piala Dunia 2010 sudah memasuki babak semifinal. Ada 4 negara yang berhasil lolos ke babak ini, yakni Belanda, Uruguay, Jerman, dan Spanyol. Ada sebuah fakta yang menarik yang bisa ditemukan, yakni hegemoni negara-negara Amerika Latin yang hampir selalu menjadi kampiun, tatkala pegelaran Piala Dunia diselenggarakan diluar benua Eropa. Mari kita menilik Piala Dunia 2002 ketika diselenggarakan di Korea-Jepang. Brazil menghancurkan Jerman pada partai puncak, lewat dua gol milik Ronaldo. Kemudian pada tahun 1994, ketika Piala Dunia digelar di Amerika Serikat, lagi-lagi Brazil mempecundangi Italia lewat drama adu penalti yang monumental itu. Ketika itu Roberto Baggio menembakkan bola terlalu keras sehingga melayang diatas gawang Tafarell. Untuk lebih jelas, cek data berikut.

Uruguay 1930 —> juaranya Uruguay (4-2 vs Argentina)

Brazil 1950 —> juaranya Uruguay (2-1 vs Barzil)

Chilli 1962 —> juaranya Brazil (3-1 vs Chekoslovakia)

Meksiko 1970 —> juaranya Brazil (4-1 vs Italia)

Argentina 1978 —> juaranya Argentina (3-1 vs Belanda)

Meksiko 1986 —> juaranya Argentina (3-2 vs Jerman Barat)

Amerika 1994 —> juaranya Brazil (3-2 vs Italia)

Korea-Jepang 2002 —> juaranya Brazil (2-0 vs Jerman)

Data tersebut merupakan pegelaran Piala Dunia yang diselenggarakan di luar Eropa, dan terbukti belum ada tim dari benua Eropa yang sanggup menjadi kampiun ketika Piala Dunia diselenggarakan di luar benua Eropa. Menariknya, mulai tahun 1962 partai final selalu melibatkan salah satu dari tim Eropa, dan selalu saja tim Eropa gagal menjadi kampiun.

Pada 2010 ini, nampaknya tradisi akan berbalik. Setelah sampai pada fase semifinal ini, malah tim Eropa mendominasi. Ada 3 negara yang mengepung satu tim Amerika Latin, yakni Uruguay. Apakah Uruguay mampu mempertahankan hegemoni Amerika Latin pada Piala Dunia 2010 ini, yang diselenggarakan di Afrika? Uruguay harus mampu melangkahi Belanda terlebih dahulu untuk mencapai partai final. Kalaupun lolos, Uruguay harus mampu menyudahi perlawanan antara Jerman atau Spanyol.

Menurut saya tidak mungkin. Prediksi saya Belanda akan menghadapi Jerman pada partai puncak. Kenapa bukan Uruguay, ya karena Uruguay ketika melaju ke partai semifinal tidak didahului oleh partai-partai keras, mereka hanya menghadapi Korea dan Ghana. Menang dari Ghana saja hanya melalui adu pinalti, setelah sebelumnya pada babak ekstra time, Asamoah Gyan gagal mengeksekusi pinalti. Berarti hanya keberuntungan saja to? Beda dengan Belanda yang mampu mengatasi Slovakia dan Brasil, atau Spanyol yang menyudahi perlawanan Portugal dan Paraguay. Belum lagi Jerman yang mempecundangi Inggris dan Argentina. Tiga tim Eropa yang mengalami partai keras menghadapi tim-tim tangguh, sudah pasti bisa menjegal Uruguay yang hanya lolos berkat dewi fortuna.

Apabila dilihat dari perjalanannya, Jerman yang pantas menjadi kampiun kali ini. Mereka bisa melewati hadangan tim sekelas Inggris dan Argentina, dan yang paling dahsyat, mencetak masing-masing 4 gol ke gawang dua tim kuat itu. Belanda? cuma 2-1 lawan Brazil, itupun Brazil main dengan 10 pemain, Spanyol hanya sanggup 1-0 saja melawan Paraguay. Ck.

Pokoknya Jerman!

Tags:

%d bloggers like this: