Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

: buat B

I.

menetes pula airmata
dari sebuah lupa

dan, aku mengenangmu
sebagai sebuah kerinduan
yang lupa terjaga

II.

aku biarkan, malam yang pekat,
menangis sejadi-jadinya, dalam sunyi
tanpa bunyi, menjadi isyarat

memanggilmu kembali

III.

rembulan berkabut, malam gerimis
melekat lirih, gugur berguguran
pada yang berhembus dan berdetak

mengalir pula do’a-do’a
pada kerinduan yang bertaut
antara dirimu dan sebuah tiada

Jogjakarta, 28 Agustus 2010

Tags:

%d bloggers like this: