Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Category Archives: iwan fals

Intro : Em C Em
Em C Am Em

Em
Seorang anak kecil bertubuh dekil
Bm                       C           Em
Tertidur berbantal sebelah lengan
D            C         Em
Berselimut debu jalanan

Em
Rindang pohon jalan menunggu rela
Bm                  C         Em
Kawan setia sehabis bekerja
D               C          Em
Siang diseberang sebuah istana
D               C             Em
Siang diseberang istana sang raja

Reff I :
C       D              G              Em
Kotak semir mungil dan sama dekil
C       D       G                   Em
Benteng rapuh dari lapar memanggil
C         D        G         Em
Gardu dan mata para penjaga
C      D      F                   Em
Saksi nyata yang sudah terbiasa

Em
Tamu negara tampak terpesona
Bm                         C        Em
Mengelus dada, gelengkan kepala
D            C              Em
Saksikan perbedaan yang ada

Reff II :
C              D       G                Em
Sombong melangkah istana yang megah
C          D          G                   Em
Seakan meludah diatas tubuh yang resah
C        D          G            Em
Ribuan jerit didepan hidungmu
C             D     F                         Em
Namun yang ku tau tak terasa menggangu

Interlude : Em Bm C Em
Em Bm C Bm C Am Em D C D Em

Balik ke Reff I, Reff II 2x

Em
Gema azan ashar sentuh telinga
Bm                       C            B       Em
Buyarkan mimpi si kecil siang tadi
G                      Am
Dia berdiri malas melangkahkan kaki
C                                 B            Em
Diraihnya mimpi, dingenggam tak dilepaskan lagi

Advertisements

  • Comments Off on Siang Seberang Istana
  • Posted under iwan fals, kord

Intro : B D G B D A E
B D G E

B  A           E
Ketika fajar menjelang
D       A             E
Terlihat dia melangkah enggan
B            A                E
Seirama dengan dendang subuh
D         A         E
Yang singgah dihati keruh

B           A              E
Sempit jalan berdesak bangunan
D             A               E
Memandang sinis, mendakwa bengis
B         A        G              E
Perempuan satu dan hitamnya waktu

G                A     G                          E
Dihapusnya gincu dengan ujung baju
G                A        G                         E
Dibuangnya dengus birahi sejuta tamu

B           A                E
Hari pagi menyambut kau kembali
D         A             E
Mengusap nadi, mengelus hati
B       A     G               E
Sesal dihatimu kian menggangu

Interlude : G A G A E G A G B
C D C D E

Reff :
E                          A              E
Kau reguk habis semua do’a – do’a
B        E            B                   E
Dari surau depan rumah yang kau sewa
E                           A             E
Tak terasa surya duduk dikepala
B            E           B        E
Azan subuh masih di telinga
G                               C          G
Terdengar renyah tawa gadis sekolah
D           G         D       G
Menyibak tabir cerita lama
G                               C                G
Didepan retaknya cermin yang telah usang
D       G          D        G        E
Menari dia seperti dahulu

B                 A            E
Terdengar pelan ketuk pintu
D          A                 E
Tegur anakmu buyarkan lamunan
B        A    G            E
Perempuan satu kian terbelenggu
G               A       G                          E
Dihapusnya gincu dengan ujung baju
G               A        G                         E
Dibuangnya dengus birahi sejuta tamu

  • Comments Off on Azan Subuh Masih Di Telinga
  • Posted under iwan fals, kord

“kau reguk habis, semua do’a-do’a

dari surau depan rumah yang kau sewa

tak terasa surya duduk di kepala

azan subuh masih di telinga”

(Azan Subuh Masih Di Telinga, 1984)

“gema azan ashar, sentuh telinga

buyarkan mimpi si kecil siang tadi

dia berdiri malas melangkahkan kaki

diraihnya mimpi digenggam tak dilepaskan lagi”

(Siang Seberang Istana, 1984)

menjelang maghrib hujan tak reda

si Budi kuyup menghitung laba

surat kabar sore di jual malam

selepas isya melangkah pulang”

(Sore Tugu Pancoran, 1985)

“gerak pedati, dan lenguh lembu

seember rumput dan pletar cemeti

seakan suara azan yang dikasetkan

sementara itu, sang bilal tengah pulas mendengkur”

(Si Tua Sais Pedati, 1981)

Azan adalah panggilan kepada seluruh umat Muslim untuk menjalankan ibadah shalat. Azan selalu berkumandang sebanyak lima kali sehari, mulai dari pagi masih ufuk, hingga hari menjadi gelap kembali. Azan selalu menggema selama 24 jam penuh di bumi allah S.W.T ini (sumber : azan maghribnya MetroTV).

Azan, dalam beberapa lagu Iwan Fals menurut saya bukan sebuah kebetulan saja. Lagu-lagu yang menggunakan kata azan, cenderung merujuk pada satuan waktu. Azan di negeri ini selain berfungsi sebagai panggilan ibadah, merangkap juga sebagai penunjuk waktu. Dan, dalam lagu-lagu Iwan Fals yang menggunakan kata azan, Iwan Fals berusaha mengeksplorasi tema “waktu” yang dibenturkan dengan kehidupan masyarakat inferior.

Azan Subuh Masih Di Telinga, menggambarkan sesosok pelacur yang sedang beranjak menuju pertaubatan atas pekerjaannya. Dalam lagu ini, Iwan Fals menyampaikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, yakni dalam liriknya yang menjadi judul lagu ini. Azan Subuh Masih Di Telinga.

Siang Seberang Istana, menunjukan betapa kontrasnya kehidupan masyarakat bawah dengan para pejabat tinggi negara. Seorang penyemir sepatu cilik yang tengah beristirahat di depan sebuah istana negara, diangkat menjadi sebuah pesan yang disampaikan Iwan Fals. Azan ashar yang berkumandang akhirnya membangunkan anak itu, dan mengajaknya pulang untuk bermimpi lagi.

Sore Tugu Pancoran, mengangkat kisah si penjual koran yang harus berjuang mencari nafkah di usia yang masih sangat belia. Penggunaan kata azan maghrib dan isya disini mengacu pada sebuah batasan waktu. Sedari sore dia berjualan koran, dan sehabis isya dia beranjak pulang.

Azan dalam lagu-lagu Iwan Fals memang sangat dekat. Hal ini mungkin disebabkan karena Iwan Fals memang pernah menjuarai lomba azan tingkat propinsi pada saat kelas lima SD (CMIIW). Kedekatan Iwan Fals dan azan menjadikan lagu-lagunya bernuansa religius yang menenangkan, seperti azan yang biasa saya dengar. Saking tenangnya saya mendengarkan azan yang berkumandang, sampai-sampai saya sering tidak sembahyang 🙂

Tags: , ,

Saya mencoba berbagi kepada kawan-kawan, khususnya OI dan Falsmania. Album ini, menurut saya adalah salah satu album terbaik yang pernah digarap oleh Iwan Fals.  Menurut saya, Iwan Fals mulai beranjak “dewasa” pada kurun waktu 90’an, setelah Setiawan Jodi mengajaknya bergabung dalam proyek “Mata Dewa” pada tahun 1989. Maksudnya, kedewasaan Iwan Fals lebih terlihat ketika beliau menyampaikan kritik dalam lagu-lagunya pada tahun-tahun demikian. Ketika Iwan Fals berdiri sendiri sebagai penyanyi, dari album pertamanya 3 Bulan (1981) sampai 1910 (1988), kritiknya cenderung nakal dan liar. Mulai tahun 1989, lewat album Mata Dewa, kritik yang sebelumnya hanya menjadi suara akar rumput, seolah-olah diteruskan menjadi kritik yang lebih elegan dan bernilai politis.

Ibaratnya, sebelum bertemu Setiawan Jodi, Iwan Fals hanyalah seorang demonstran yang kerjanya menggerutu dan terbakar sendiri oleh protes terpendamnya, setelah berkolaborasi dengan Setiawan Jodi, Iwan Fals menjadi seorang anggota dewan. Itu pendapat saya. Coba bandingkan lagu Ambulance Zig-zag, Celoteh Camar Tolol, Sumbang, Tikus Kantor, Wakil Rakyat, dengan Bento, Kesaksian, Proyek 13, Bongkar, Badut, dll. Tentu kita semua bisa melihat perbedaannya, meskipun sangat samar.

Nah, dalam album Hijau ini Iwan Fals mengangkat tema Lingkungan, yang sampai saat ini masih relevan untuk diperbincangkan. Ada 7 buah lagu yang semua judulnya adalah Lagu 1, Lagu 2, Lagu 3, dst.. Saya sangat suka, sehingga saya hunting kaset ini, dan akhirnya nemu di Jatinegara, tepatnya di daerah Kebon Pala dengan harga 40.000, di sebuah toko kaset lama. Kenapa saya suka, ya karena saya suka Iwan Fals, tidak ada alasan! haha.. Kemudian saya mencari cara untuk memasukan album tersebut ke komputer, sehingga bisa saya dengarkan melalui format mp3, rupanya susah. Namun, rupanya album tersebut bisa diunduh secara gratis di 4shared.com. Maka, ya saya download aja, daripada repot.

Untuk teman-teman yang tertarik, klik link ini untuk mendownload album tersebut (Hijau-1992). Link tersebut saya dapat dari kawan musthpargoblog.blogspot.com, disana tersedia lapak album-album Iwan Fals yang sangat lengkap. Silahkan disedot.

OI Bersatulah!

oOo

span.jajahWrapper { font-size:1em; color:#B11196; text-decoration:underline; } a.jajahLink { color:#000000; text-decoration:none; } span.jajahInLink:hover { background-color:#B11196; }