Skip to content

benisatryo

next issue : cold war!

Category Archives: Uncategorized

Seperti kata WS Rendra, kesabaran adalah bumi. Bumi adalah tempat kehidupan. Kesabaran membuat orang hidup, simpelnya seperti itulah. Tapi apa iya? Bagaimana membedakan kesabaran dengan kebodohan, atau kesabaran dengan keluguan, atau kesabaran dengan ke-pecundang-an. Jangan tanya saya. Karena mungkin saya adalah salah satu orang sabar yang sekaligus bodoh dan seorang pecundang. Tapi minimal saya bisa bersabar, walaupun tampak bodoh, dan saya punya bumi sendiri yang bisa saya namai “kesabaran”.

Kesabaran identik dengan keyakinan. Kita yakin terhadap suatu hal akan terjadi pada kita, dan kita bersabar menunggunya. Tapi, jangan pernah main-main dengan keyakinan, karena bisa jadi keyakinan ini yang bisa menghancurkan kesabaran kita.

Keyakinan identik dengan sebuah kepastian. Karena sudah pasti, maka kita yakin. Karena sudah pasti dapat nilai A dalam Logika II, maka saya yakin bisa menerapkan prinsip-prinsip penalaran dengan baik. Karena sudah pasti besok tanggal muda, maka saya yakin besok saya bisa beli kolesom di warung pakde. Tapi, tak selalu keyakinan berjalan mulus dengan kepastian bukan? Bagaimana dengan Tuhan? Saya yakin kalok Tuhan itu ada, meskipun belum pasti, kalok nggak yakin, bagaimana saya bisa bertahan hidup melewati berbagai macam persoalan hidup yang kaya celek ini. Kalok saya nggak yakin sama Tuhan, bagaimana saya bisa mencari jawaban tentang kepastian, salah satunya kepastian tentang kesabaran saya yang entah sampai kapan habisnya.

Apa yang menciptakan sebuah kesabaran? Atau kata apa yang terlintas dalam benak anda ketika mendengar kata “sabar”? Kalok saya pertama kali mendengar kata “sabar”, yang pertama muncul adalah “antri”. Dari kata “antri” terlintas dalam benak saya yang berhubungan dengan “antri” adalah menunggu. Apakah dengan begitu adalah antrian yang menciptakan kesabaran? Dengan antri maka lahirlah kesabaran. Apakah untuk melahirkan kesabaran harus antri dulu, atau harus menunggu terlebih dahulu supaya bisa lahir sebuah kesabaran? Hayo piye? Menurut saya, yang menciptakan kesabaran adalah harapan. Saya mau pake logika antri untuk menjelaskannya.

Dalam sebuah antri, ada sebuah harapan agar antrian cepat selesai. Bagaimana supaya antrian cepat selesai, tentu dengan bersabar dan tertib, nggak jotos-jotosan yo, sek tertib yo, haha. Harapan agar antrian cepat selesai, memunculkan rasa sabar, walau sedikit, meskipun akhirnya tak jarang banyak yang emosi. Emosi saat antrian disebabkan oleh kehabisan rasa sabar. Habis? Tidak juga. Rasa sabar tidak pernah habis, hanya saja dikalahkan oleh keyakinan yang berlebih, bahwa antrian cepat selesai. Nah sekali lagi, jangan bermain-main dengan keyakinan anda, karena bisa mengalahkan rasa sabar anda.

Jadi bukankah bisa diterima pendapat saya tentang harapan yang melahirkan kesabaran? Bisa gak hah, Bangsat! Kalok gak terima sini gelut sama saya, Juh!

Manusia hidup dengan harapan. Seperti dalam lagunya Sujiwo Tejo yang judulnya Undian Harapan, manusia bisa bertahan seminggu tanpa makan dan minum, tapi manusia tak akan bisa hidup sedetikpun tanpa harapan. Harapan itu yang memompa jantung kita untuk terus berdenyut, mengalirkan darah dan oksigen ke utek. Harapan itu datang darimana? Dari langit!

Saya masih punya banyak pengharapan, harapan saya besar-besar, saya suka berharap-harap. Khususnya untuk hidup dan kehidupan supaya bermurah hati kepada saya. Harapan inilah yang membuat kesabaran saya berlipat-lipat, seperti perutmu!

Saya juga masih sabar, sangat sabar, meyakini sesuatu yang mungkin tidak pasti bahkan tidak mungkin. Saya yakin, kesabaran saya akan mengalahkan ketidak-mungkinan dalam sudut sempit kemungkinan-kemungkinan yang muncul, pada sebuah ruang ketidak-pastian.

Atau mungkin, saya hanya bermain-main dengan keyakinan saya? Apapun itu, ayam goreng Mbok Sabar itu enaknya minta ampun!

 

Jujur saya bukanlah seorang yang selalu mengikuti trend telepon seluler. Mulai dari ponsel warna, kamera, poliponik, mp3, sampai sekarang yang bisa facebookan saya tidak pernah menggubris. Tapi, saya termasuk orang yang sering berganti-ganti ponsel. Saya berganti-ganti ponsel bukan karena mengikuti trend, namun karena keadaan. Ada yang hilang, dijual karena butuh uang, sampai rusak total. Saya mulai dikasih ponsel oleh bapak saya pada tahun 2003, ketika itu saya baru kelas I SMU. Kenapa saya dikasih, ya enggak tau, lha wong itu ponsel juga gak guna-guna amat. Saya pacaran tetap mengandalkan wartel, meskipun sudah punya ponsel. Pacar saya juga udah punya ponsel, tapi gak terlalu digunakan juga. Mungkin masih gaptek 😀 Kepindahan saya ke Purwokerto mulai menunjukan intensitas penggunan ponsel yang sering. Saya sering berkirim sms dengan pacar saya yang ada di Jakarta. Namun, untuk telepon saya masih mengandalkan wartel.

Sampai akhirnya saya putus dengan pacar saya gara-gara wartel. Waktu itu saya harus merogoh kocek lebih dalam untuk interlokal setiap hari, dan saya mulai malas dengan kebiasaan itu. Saya mulai ogah2an untuk menelpon dan akhirnya hubungan kami tak pernah jelas, sampai akhirnya kami mengakhiri hubungan tanpa menggunakan komunikasi babar plothas. Tau-tau ilang begitu aja. Huhuhuhuhuhu…

Entah kenapa, setelah putus, saya malah sering pake ponsel saya walaupun untuk sekedar mengirim sms kepada teman-teman dan gadis-gadis 😀 😀 Tanya PR, terus ngajak nongkrong, sms orang bengkel, sms Lebaran, atau main Space Impact.

Medio 2004 mulai muncul ponsel-ponsel canggih yang menggila. Bisa video, mp3, warnanya cerah, pokoknya canggih. Tapi saya nggak tertarik. Lho wong ponsel bego aja nggak terlalu berguna, apalagi ponsel canggih. Mau buat apa. Menurut hemat saya, ponsel itu ya untuk sms dan telepon saja. Sudah sebatas itu tok, gak ada yang lain. Kalok bisa buat ngrekam, mp3an, apalagi buat internetan pada saat sekarang ini, itu bukan ponsel namanya. Entah apa. Namanya ponsel ya telepon selular, telepon yang bisa dibawa kemana-mana. Sebuah alat untuk memudahkan kita dalam proses berkomunikasi, nggak perlu kabel, tinggal ngomong dimana saja bisa. Kalok fiturnya sudah melebihi itu ya sudah menggeser substansi dari ponsel itu sendiri. Lagipula, saya bukan bisnisman atau orang sibuk yang membutuhkan seabrek fitur-fitur semacam PDF Converter atau built-in Wifi dll.

Ponsel ya untuk sms dan telepon saja, daripada uang banyak dibuang untuk fitur yang gak pernah saya sentuh sama sekali, mending beli ponsel kelas low-end aja. Lagipula kalok pengen ngrekam video, saya sudah punya JVC, mau setel mp3 saya juga punya mp3 player, mau internetan saya juga sudah punya laptop. Berikut ini adalah ponsel yang pernah saya gunakan, berikut alasannya 😀

1. Nokia 5210 (Medio 2003)

5210

Ini adalah ponsel pertamaxx saya. Sebenarnya ini adalah barang warisan bapak, waktu itu bapak ganti ponsel dan memberikan ponsel lamanya kepada saya. Saya cukup senang, meskipun tidak terlalu sering menggunakannya.

2. Sony Ericsson T600 (Awal 2004)

t600

Ponsel ini adalah ponsel keduaxx saya. Alasan saya ganti waktu itu karena ponsel lama saya 5210, keypadnya rusak. Kemudian saya beli koran dan menjatuhkan pilihan pada ponsel ini. Modelnya lucu dan kecil sekali, jadi saya suka. Saya menggunakan ponsel ini sebagai gantungan kunci motor saya waktu itu 😀

3. Nokia 6610 (Akhir 2004)

N6610

Saya ganti ponsel lagi, padahal T600 baru saya pake 2-3 bulan. Waktu itu saya butuh uang untuk memodifikasi motor saya. Akhirnya saya menjual ponsel ini seharga 300K dan uangnya langsung saya pake untuk memodifikasi motor. Lama sekali saya tidak pegang ponsel, sekitar hampir setahun. Akhirnya saya dikasih warisan ponsel abang saya, yakni Nokia 6610. Ponsel ini adalah ponsel paling lama yang pernah saya pake.

4. Nokia 1112 (Medio 2007)

Nokia 1112

Ponsel ini saya beli pada pertengahan 2007. Waktu itu saya sudah kuliah 😀 Kenapa saya ganti ponsel, karena ponsel lama saya, Nokia 6610 rusak total setelah saya banting. Tidak perlu saya katakan alasannya kan kenapa saya harus membanting ponsel tersebut? Ok.

5. Samsung C170 (Akhir 2007)

C170

Ponsel ini saya beli karena ponsel lama saya hilang di kampus. Waktu itu mau Lebaran 2007, dan saya sedih sekali karena saya belum terlalu puas memakai ponsel tersebut. Saya suka sekali nada dering Nocturno yang ada pada ponsel N1112 tersebut :berduka: fuck buat pencuri ponsel saya di kampus! Yang bikin gela lagi, pulsa di ponsel tersebut hampir menembus angka 300K. Waktu itu saya punya kebiasaan nimbun pulsa, dan akhirnya hilang begitu saja di tangang pencuri.

6. Nokia 1108 (Akhir 2007)

N1108

Samsung C170 tersebut hanya seminggu mampir di tangan saya. Ternyata ponsel tersebut susah dipake dan tidak nyaman, akhirnya saya menjualnya dan menggantinya dengan Nokia 1108. Sampai sekarang saya pake Nokia 1108 😀 meskipun sudah berkali-kali jatuh bangun, ponsel tersebut tetap jernih 😀 hebat!!

7. Nokia 3110 Classic (Medio 2008)

N3110C

Ponsel ini sebenarnya milik adik saya yang saya bajak. Modelnya bagus dan saya suka. Adik saya yang masih ingusan itu saya bodohi dan dia mau saja menyerahkan ponsel ini kepada saya. Waktu itu saya bilang ponsel ini sebagai kenang-kenangan, karena saat itu kedua orangtua saya pindah ke Jakarta dan adik saya ikut pindah, sedangkan saya ngekos di Jogja. Namun, akibat dari kelicikan saya ini, ponsel tersebut hilang juga. Bangsatnya! ilangnya di kampus juga, di tempat yang sama dengan Nokia 1112 saya yang hilang dulu 😦

8. Nokia 1203 (Awal 2010)

N1203

Ponsel ini adalah ponsel yang penuh arti bagi saya. Ponsel ini adalah pemberian ayah saya yang terakhir. Beliau sering bercanda tentang ponsel yang saya gunakan, N1108, bahwa ponsel tersebut adalah ponsel bancet karena suaranya yang masih monoponik. Akhirnya, sebelum keberangkatannya ke China beliau memberikan uang kepada saya untuk membeli ponsel baru yang lebih merdu. Akhirnya uang yang beliau berikan saya belikan ponsel ini, yang murah meriah tapi poliponik, sisanya saya gunakan untuk jajan.

Ayah pergi ke China tanggal 03 Maret 2010 pagi hari, dan saya membeli ponsel ini tanggal 28 Februari 2010 sore hari di Plaza Atrium Senen. Saya menerima kabar kematian ayah juga lewat ponsel ini. Ketika itu 19 Maret 2010, saya berada di atas KA Bima (Surabaya-Jakarta). Malam harinya (18/3) saya berangkat dari Tugu menuju Jakarta, karena ibu saya sedang bersedih atas kabar kritisnya ayah saya di China, maka saya berniat menemani beliau. Namun, ketika baru sampai Karawang, ibu saya menelpon bahwa ayah saya sudah meninggal 😦

Itulah cerita tentang ponsel saya. Sekarang saya punya dua ponsel, yang satu saya pake (N1108) yang satu lagi (N1203) saya simpan rapi di kardus, sebagai ponsel monumental dalam hidup saya. So, ponsel apa saja yang pernah kita punya? Itulah awal cerita sejarah yang kita punya, dimana kita mulai sadar akan pentingnya berkomunikasi.

:iloveindonesia:

Piala Dunia 2010 sudah memasuki babak semifinal. Ada 4 negara yang berhasil lolos ke babak ini, yakni Belanda, Uruguay, Jerman, dan Spanyol. Ada sebuah fakta yang menarik yang bisa ditemukan, yakni hegemoni negara-negara Amerika Latin yang hampir selalu menjadi kampiun, tatkala pegelaran Piala Dunia diselenggarakan diluar benua Eropa. Mari kita menilik Piala Dunia 2002 ketika diselenggarakan di Korea-Jepang. Brazil menghancurkan Jerman pada partai puncak, lewat dua gol milik Ronaldo. Kemudian pada tahun 1994, ketika Piala Dunia digelar di Amerika Serikat, lagi-lagi Brazil mempecundangi Italia lewat drama adu penalti yang monumental itu. Ketika itu Roberto Baggio menembakkan bola terlalu keras sehingga melayang diatas gawang Tafarell. Untuk lebih jelas, cek data berikut.

Uruguay 1930 —> juaranya Uruguay (4-2 vs Argentina)

Brazil 1950 —> juaranya Uruguay (2-1 vs Barzil)

Chilli 1962 —> juaranya Brazil (3-1 vs Chekoslovakia)

Meksiko 1970 —> juaranya Brazil (4-1 vs Italia)

Argentina 1978 —> juaranya Argentina (3-1 vs Belanda)

Meksiko 1986 —> juaranya Argentina (3-2 vs Jerman Barat)

Amerika 1994 —> juaranya Brazil (3-2 vs Italia)

Korea-Jepang 2002 —> juaranya Brazil (2-0 vs Jerman)

Data tersebut merupakan pegelaran Piala Dunia yang diselenggarakan di luar Eropa, dan terbukti belum ada tim dari benua Eropa yang sanggup menjadi kampiun ketika Piala Dunia diselenggarakan di luar benua Eropa. Menariknya, mulai tahun 1962 partai final selalu melibatkan salah satu dari tim Eropa, dan selalu saja tim Eropa gagal menjadi kampiun.

Pada 2010 ini, nampaknya tradisi akan berbalik. Setelah sampai pada fase semifinal ini, malah tim Eropa mendominasi. Ada 3 negara yang mengepung satu tim Amerika Latin, yakni Uruguay. Apakah Uruguay mampu mempertahankan hegemoni Amerika Latin pada Piala Dunia 2010 ini, yang diselenggarakan di Afrika? Uruguay harus mampu melangkahi Belanda terlebih dahulu untuk mencapai partai final. Kalaupun lolos, Uruguay harus mampu menyudahi perlawanan antara Jerman atau Spanyol.

Menurut saya tidak mungkin. Prediksi saya Belanda akan menghadapi Jerman pada partai puncak. Kenapa bukan Uruguay, ya karena Uruguay ketika melaju ke partai semifinal tidak didahului oleh partai-partai keras, mereka hanya menghadapi Korea dan Ghana. Menang dari Ghana saja hanya melalui adu pinalti, setelah sebelumnya pada babak ekstra time, Asamoah Gyan gagal mengeksekusi pinalti. Berarti hanya keberuntungan saja to? Beda dengan Belanda yang mampu mengatasi Slovakia dan Brasil, atau Spanyol yang menyudahi perlawanan Portugal dan Paraguay. Belum lagi Jerman yang mempecundangi Inggris dan Argentina. Tiga tim Eropa yang mengalami partai keras menghadapi tim-tim tangguh, sudah pasti bisa menjegal Uruguay yang hanya lolos berkat dewi fortuna.

Apabila dilihat dari perjalanannya, Jerman yang pantas menjadi kampiun kali ini. Mereka bisa melewati hadangan tim sekelas Inggris dan Argentina, dan yang paling dahsyat, mencetak masing-masing 4 gol ke gawang dua tim kuat itu. Belanda? cuma 2-1 lawan Brazil, itupun Brazil main dengan 10 pemain, Spanyol hanya sanggup 1-0 saja melawan Paraguay. Ck.

Pokoknya Jerman!

Tags:

Sudah sepekan perhelatan akbar sepak bola dunia ini berlangsung, dan ada beberapa poin menarik yang patut diperbincangkan. Selain PD pertama dalam sejarah sepak bola yang digelar di benua hitam ini, even akbar ini juga menandai bangkitnya kekuatan sepak bola Asia di tingkat internasional. Mulai dari Korea Selatan yang menekuk mantan juara Eropa 2004 Yunani dengan skor 2-0, Jepang yang menang 1-0 dari Kamerun, dan terakhir Korea Utara yang meskipun menyerah 2-1 dari Brasil, tim ini mampu mengimbangi permainan juara dunia 5 kali ini. Selain itu, tumbangnya Spanyol oleh Swiss 0-1 juga membuat Piala Dunia kali ini semakin menarik untuk diikuti. Spanyol adalah tim favorit juara dengan komposisi pemain kelas dunia yang tersebar di berbagai liga-liga papan atas Eropa.

Selain cerita di dalam lapangan, yang menjadikan Piala Dunia kali ini menjadi khas adalah kehadiran terompet Vuvuzela. Pada setiap pertandingan, terompet yang mengeluarkan bunyi seperti lebah ini selalu menggema sepanjang 90 menit. Terlebih ketika kesebelasan tuan rumah, Afrika Selatan yang bertanding, Vuvuzela semakin riuh bunyinya. Beberapa pemain tampak terganggu dengan suara bising tersebut, karena tak jarang mereka tidak dapat mendengarkan peluit wasit (apabila offside) dan bisa memecah konsentrasi. Vuvuzela merupakan instrumen khas Afrika Selatan dan mengeluarkan bunyi seperti lebah-lebah yang berdengung.

Untuk PD kali ini, Adidas meluncurkan bola resmi untuk piala dunia yang diberi nama Jabulani. Jabulani diambil dari bahasa Zulu yang berarti gembira. Namun, bola ini menuai kritik dari para penjaga gawan papan atas seperti, Gianluigi Buffon (Italia), Iker Cassilas (Spanyol), Julio Cesar (Brasil) bahwa bola ini sering berubah arah, sehingga sulit untuk ditangkap. Selain menuai kritik dari para kiper, Jabulani juga dikritik oleh striker mungil penuh talenta tim Tango, Lionel Messi. Menurutnya, bola ini terlalu ringan dan susah dikontrol sehingga ketika ditendang sulit untuk menemui sasaran. Kritikan Messi terhadap Jabulani mungkin disebabkan oleh pertandingan antara Argentina melawan Nigeria. Beberapa kali striker ini menembakkan bola dengan kaki pamungkasnya (kiri), namun tetap saja tidak membuahkan gol. Padahal biasanya dengan posisi semacam itu, Messi sangat mudah untuk mencetak gol, yakni dengan gaya khasnya mem-plesing bola tersebut ke tiang jauh dengan kaki kirinya.

Pesta sepak bola dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan ini juga menyajikan cerita-cerita klasik. Beberapa jurnalis mengalami kejahatan, semacam kemalingan di kamar hotel. Distribusi tiket yang kurang baik juga menyebabkan beberapa kursi di stadion melompong. Bahkan, sebelum pertandingan Jerman melawan Australia, para karyawan stadion melakukan demonstrasi yang akhirnya menjadi sebuah bentrokan. Para karyawan ini berdemo karena menuntut janji panitia atas upah yang dijanjikan. Pada awalnya uapah yang dijanjikan sebesar 190 dollar per hari, namun pada kenyataannya hanya dibayar 25 dollar per hari. Selain kejadian-kejadian tersebut, yang paling menarik adalah dengan hadirnya dukun-dukun yang meramaikan pagelaran ini. Bahkan, boneka vodoo dijual bebas guna mengguna-guna para pemain lawan.

Piala Dunia kali ini memang seakan kurang begitu menggema di Indonesia. Tidak seperti yang sudah-sudah, yakni dengan munculnya kampung World Cup dll. Piala Dunia kali ini seakan terganggu dengan berita-berita yang lebih menghebohkan di tanah air, semacam video mesum MIRIP AP, LM dan CT. Pertandingannya juga minim gol dan seolah-olah membosankan. Namun, terlepas dari itu saya tetap merasakan atmosfir yang sama dengan Piala Dunia yang sudah-sudah. Hawa yang saya rasakan saat ini adalah hawa-hawa sepak bola. Burjo menjadi ramai, banyak acara nonton bareng, dan kumpul-kumpul bersama kawan-kawan, bermain futsal, membeli atribut sepak bola, dan tentunya ikut senang dan terlarut dengan pesta olahraga yang sangat universal ini. Berteriak, melompat, berpelukan, meniup terompet, dan bergembira. Itulah sepak bola.

Semoga Jerman tidak ada yang bisa menghadang, amin!

Tags: , ,

Three days last this, i spend my day just in my room. Playing internet, listening music, playing guitar, make some video, recording some songs, watching TV. No eat, i just eat some fried tofu, fried banana, and ice tea. No bath, because i don’t wanna, i have no move, just sit down in front of computer, so i not sweaty, and i don’t need bath. No smoking, because i don’t have smoke anymore, if i want to smoke, i ask my friend sometimes. Or, i collect small money to buy one or two ciggaretes. I have no money, so i cannot going anywhere with my motorcycle, i affraid my motorcycle lack of gasoline, then i cannot buy the gasoline in the way.

In three days that, i cannot sleep well. I just sleep sleep chicken. One or two hour sleep, then wake up again, trying to sleep, difficult. My head sick, and my eyes like a ashtray. But, i cannot sleep. And, in the sunday night i can sleep. Because i eat a drugs sleep. In my sleep, i dream, a weird dream. My body change into a box of Lucky Strike ciggaretes. I walking in some place, that i don’t know. Everything white. In that place, i meet a lighter. Then, we become a friend, we playing, singing, running, watching Sigur Ros, and Jonsi playing his guitar with stick. We very happy.

After we watching Sigur Ros, we go home, and making love. In the center of making love, the lighter tell me. “Do not tell anyone if we have meet and watching Sigur Ros together, then make out. Do you know why, because i am a Metalhead.” So i answer “What the fuck! how come i have a ciggaretes, but i have no lighter.” Then, lighter whispering me “Shut up, and kiss me, Jack.” Then, i kiss a lighter. Her lips very hot. Like Angelina Jolie lips. I feel like a cowboy in the field, but without horse because i affraid with that animal, very annoying. After we make out, suddenly the clouds become black. Like want to rain. Hurricane, thunder, lightening, we running as fast as we can. Lighter jump jump, and i rolling.

“Run, you have to run, ass hole! Do not stop, and do not caught in the middle! Scream louder, do not look back, do not think about me, just run and scream. Burn! burn! the years is burn, yiha!” lighter barking me, with fire in her head. “Oh my God, your head honey, fire, fire!” i scream to her, but she’s becoming fade away, and gone. “Where you go, dammit! How come, how come!” i screaming again, but she have lost.”Dammit! what she just said? Fuckin’ hermeneutics!”

Then, i wake up. Smashing Pumpkins with their “Disarm” song, singing along night in my media player. I turn off the media player, then look the clock hand, that clock was display 06:08. I shake the box Lucky Strike, but it is empty. I check my cell phone, there is one message, from my mother. She ask me when i go home, to attend her cousins wedding party. I answer in my heart, i must be go home, just relax Mom. I cannot reply the messages, because there is not enough money in my sim card. Then, i try to sleep again, and again, and again. Hey, it is holiday!

p.s : dream is a escaping from reality; in my case, what is the reality, what, where, how is reality, i do not have any reality, my life is dreaming. I do not have anything to escaping into the dream, my dream is reality that never real. Reality, reality! @.@

oOo

Tags: ,

Setelah 4 tahun kurang saya menghuni kampus ini, dan saya mengamati gerak-gerik orang-orang didalamnya. Mereka ada disekitar saya, menghantui, menggerayangi, mengikuti, dan mengintai saya. Dan, tulisan ini saya dedikasikan kepada mereka, yang sudah menemani saya selama 4 tahun kurang ini. Buat temen-temen saya yang baru saja jadi sarjana, saya ucapkan selamat :beer:

1. Newbie (Maba)

Tipe mahasiswa ini adalah teman-teman baru, khususnya angkatan 2009. Mereka adalah keluarga, yang baru belajar untuk memahami, dan menjajaki bagaimana caranya hidup dan berkembang di tengah-tengah belantara Filsafat

nubie belajar filsafat

2. Butterfly (Kupu-kupu)

Tipe mahasiswa ini adalah yang hanya menganggap kampus sebagai persinggahan sementara. Mereka terlalu banyak kegiatan diluar kampus, sehingga jarang sekali kelihatan di kampus apabila tidak ada kepentingan (baca : kuliah) Ketika jam kuliah selesai, mereka langsung menuju tempat parkir dan langsung chao!

kuliah-pulang-kuliah-pulang

3. Batman Colleger (Kalong Kampus)

Tipe mahasiswa ini adalah jet-leg. Semuanya serba terbalik. Ketika orang-orang ke kampus pada waktu pagi dan siang hari, mereka baru menyambangi kampus pada malam hari, untuk sekedar ngobrol, ben2an, maen kartu, mabuk :beer: diskusi kusir, main internet (ngopi paste tugas), inilah itulah apalah..

batman kasarung

4. Discourse Trader (Penjual Wacana)

Tipe mahasiswa ini sangat filsafati. Mereka punya banyak ide dan biasanya idenya tersebut sangat ultra-mega-super dahsyat dan bombastis. Namun, sekali lagi semua itu hanya sebatas ide dan ide. Mereka sering berbagi ide tersebut sampek berjam-jam, ngalor ngidul, dan biasanya diakhiri dengan kalimat : aku yakin ini akan berjalan mulus!

sharing ide brilian

5. Amercementer (Tukang Denda)

Filsafat selalu harus berurusan dengan buku, sama dengan disiplin ilmu lain. Akses pengetahuan biasanya bisa didapatkan dari alat ini. Terlebih apabila ada tugas yang harus membaca buku tertentu. Tipe mahasiswa ini adalah mahasiswa yang lalai untuk mengembalikan buku-buku yang dipinjamnya, dan seringkali terkena denda yang jumlahnya tak jarang bergunung-gunung.

buku yang menjadi duit

6. Canteen Geek (Over-Obsesi Kantin)

Tipe mahasiswa ini adalah yang menjadikan kantin sebagai tujuan kuliahnya. Berangkat dari kosan pagi-pagi sekali, dan menyempatkan diri ke kantin, selesai kuliah ke kantin, bahkan sampai malam di kantin untuk sekedar main kartu atau ngobrol sampek bosen

kantinku hidupku

7. Collegia Tigris (Macan Kampus)

Tipe mahasiswa ini sudah hampir punah, dan saya belum melihat lagi bibit-bibit macan yang baru. Mereka biasanya melakukan tindakan buas di kampus, mulai dari mabuk di siang bolong sampek aksi-aksi reaksioner semacam berkelahi dan lain sejenisnya. Namun, sebenarnya tipe mahasiswa ini ada diantara ketiadaannya, kalok di Filsafat. Saya selama 4 tahun kurang disini, belum pernah yang namanya melihat adanya macan kampus memakan anaknya sendiri (menindas kawan sendiri) karena kami di Filsafat menganut sistem kekerabatan anti-hierarkis namun tetap saling menghormati.  Jadi, tipe mahasiswa ini agak terpendam dalam hati masing-masing individunya, karena rasa saling menghormati yang sangat terjaga di kampus saya yang tercinta ini.

pak ketipak preman-preman

8. Sleepy Colleger (Si Tukang Tidur)

Tipe mahasiswa ini biasanya sering saya temui pada saat kuliah pagi. Mungkin mereka terlalu larut dalam mengerjakan tugas, berdiskusi, jualan, facebookan, nungguin downlodan JAV, atau memang tidak bisa tidur di malam hari. Mahasiswa ini sebenarnya satu tipe dengan Batman Colleger, namun dengan versi yang masih niat kuliah. Bahkan, ada juga yang saya temui ketika kuliah jam2 sibuk (jam10-14) ada aja yang tidur dengan mencuri-curi posisi.

nina bobo, oh nina bobo

9. PertamaX Hunter (Mahasiswa Kepagian)

Tipe mahasiswa ini adalah mahasiswa yang selalu datang paling pagi dan pertama kali nyampek kampus. Pernah waktu itu saya baru mau pulang ke kosan, saya sudah menemui seorang mahasiswa yang sedang duduk sendiri sambil baca buku di taman Firdaus (taman yang hanya ada di Filsafat), padahal hari masih pagi sekali. Salut buat mereka!

pahlawan kepagian

10. Ghosts of Signature (Titip Absen)

Tipe mahasiswa inilah yang menakutkan. Mereka ada, dalam ketiadaannya. Mereka mengada, namun tidak ada. Tubuh mereka halus, layaknya angin atau cahaya, meliuk-liuk di atas kertas absensi, sret…sret..sret.. kun fayakun maka, jadilah sebuah tanda tangan, hihihiihi *suara puas kuntilanak

Kismis..kisah-kisah hari Kamis

11. Freeze Examiner

Tipe mahasiswa ini biasa kita temui di berbagai kampus dimanapun belahan buminya. Namun untuk mahasiswa Filsafat, ketika mahasiswa ini menghadapi sebuah ujian akhir, mereka termenung bukan karena pikiran mereka kosong. Mereka semacam berkontemplasi dan membaca mantra-mantra dalam hati (mengumpat dosen, mengumpat teman sebelah, mengumpat pengawas, mengumpat tulisan teman sebelah yang susah dibaca, mengumpat kabag akademik, mengumpat keadaan, mengumpat, mengumpat, dan akhirnya mengumpat-ngumpat (sembunyi-sembunyi) membuka buku catatan, yang ada didalam tas. Dan, ape beribu apes, dia tidak pernah mencatat apapun :hammer

12. Old-Man

Tipe mahasiswa inilah yang sudah mengecap asam garam kehidupan kampus. Mereka adalah sumber referensi, informasi, tempat menimba ilmu, tempat kebijaksanaan itu muncul, tempat apapun pokoknya. Mereka adalah orang-orang yang saya kagumi, hormati, sayangi, cintai, banggakan. Apa jadinya apabila saya tidak pernah duduk satu kelas bersama mereka, apa jadinya apabila saya tidak pernah berinteraksi bersama mereka, apa jadinya apabila saya tidak pernah satu kelompok presentasi dengan mereka. Apa jadinya saya…Jadi, saya sangat sedih melihat orang-orang ini mulai hilang satu per satu, mulai keluar dari dalam goa. Apapun itu, saya tetap bangga pernah kenal dengan mereka semua :kiss:

old-man calladium (tua-tua keladi)

So, manusia-manusia seperti itulah yang ada di kampus saya. Mereka begitu dekat dan nyata. Entahlah, mungkin saya bisa masuk ke dalam semua kategori di atas. Mereka yang mewarnai kampus saya, kampus yang kecil dan bahagia ini. Dimana ide-ide tumbuh subur, seperti jamur di musim hujan. Menyebalkan atau tidak, mereka adalah keluarga saya, teman-teman saya, pacar-pacar saya, guru-guru saya, adik-adik saya, dan saya sangat menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi saya. Terlepas dari itu, saya hanya ingin membuat mereka bangga pernah mengenal saya. Haha..

Tags: ,